Postingan

Menampilkan postingan dengan label in vitro

SELEKSI IN VITRO TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN

Gambar
Pengertian Cekaman Kekeringan  Kekeringan merupakan suatu cekaman abiotik yang sangat serius yang didefinisikan suatu keadaan kurangnya ketersediaan air, meliputi presipitasi dan kuantitas kelembaban tanah dan distribusinya, selama siklus hidup tanaman, yang menyebabkan terhalangnya ekspresi genetik secara keseluruhan pada hasil panen (Sinha dalam Hassan et al., 2004). Cekaman kekeringan menjadi masalah yang perlu diperhatikan dalam budidaya beberapa tanaman di lahan kering karena ketersediaan air tidak selalu terjamin sepanjang musim tanam, terutama pada musim-musim menjelang kemarau (Yudiwanti et al., 2008). Tanaman yang terkena cekaman kekeringan ini maka secara perlahan akan berkurang tingkat pertumbuhannya (Hassan et al., 2004) dan produktivitasnya juga menurun (Arvin & Donelly, 2008). Jika cekaman kekeringan semakin intensif terjadi, maka respon tanaman dapat dilihat secara jelas (Rains dalam Hassan et al., 2004). Seperti yang dilaporkan Sorte et al., Lilley & F...

Isolasi DNA Tanaman Jagung dan Tahap Elektroforesis Menggunakan Penanda RAPD

Gambar
PENDAHULUAN  Latar Belakang  Tanaman merupakan organisme eukariotik tingkat tinggi dan mempunyai DNA yang berada di inti sel dan sitoplasma. DNA di sitoplasma dikenal sebagai DNA kloroplas dan mitokondria. Karena jumlah DNA dari mitokondria dan kloroplas relative sedikit, maka DNA total yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan untuk sintesis atau analisis DNA yang berada di dalam inti sel (Suharsono, 2000).  Jagung sampai saat ini masih merupakan komoditi strategis kedua setelah padi karena di beberapa daerah, jagung masih merupakan bahan makanan pokok kedua setelah beras. Jagung juga mempunyai arti penting dalam pengembangan industri di Indonesia maka kebutuhan akan jagung akan semakin meningkat dengan berkembang industrinya.  Tingkat konsumsi jagung rumah tangga di NTB menurun dari 16,8 kg/kap/thn pada  tahun 1990, menjadi 13,9 kg/kap/thn pada tahun 1998, dan di tingkat nasional menurun dari 9,72 kg/kap/thn pada tahun 1990, menjadi 6,81...

AKLIMATISASI PLANLET HASIL PERBANYAKAN SECARA KULTUR JARINGAN

Gambar
PENDAHULUAN Pucuk-pucuk dan planlet dari in vitro yang diregenerasikan di dalam lingkungan dengan kelembaban yang tinggi dan bersifat heterotroph, harus berubah menjadi autotroph bila dipindahkan ke tanah atau lapangan. Proses pemindakan merupakan langkah akhir dari prosedur mikropropagasi dan diistilahkan sebagai tahap aklimatisasi. Menurut Yusnita (2003), aklimatisasi yaitu suatu upaya mengkondisikan planlet atau tunas mikro hasil perbanyakan melalui kultur invitro ke lingkungan in vivo yang aseptik. Aklimatisasi merupakan proses yang penting dalam rangkaian aplikasi kultur jaringan untuk mendukung pengenmbangan pertanian. ( Sumber :  http://atsiri.ub.ac.id/page/3/ ) Masa aklimatisasi merupakan masa yang kritis karena pucuk atau planlet yang diregenerasikan dari kultur in vitro menunjukkan beberapa sifat yang kurang menguntungkan seperti lapisan lilin (kutikula) tidak berkembang dengan baik, kurangnya lignifikasi batang, jaringan pembuluh dari akar ke pucuk kurang berk...