Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Potensi Pengembangan Bunga Potong dan Bunga Pot Tanaman Krisan

Gambar
Pengembangan bidang pertanian saat ini terutama pada tanaman pangan dan hortikultura mengalami kemajuan meskipun terdapat beberapa masalah yang mengakibatkan terhambatnya beberapa program yang telah dicanangkan sebelumnya seperti keadaan iklum, kurangnya modal dan pemberdayaan SDM yang belum optimal. Produksi tanaman pangan dibeberapa daerah terus menerus ditingkatkan dan diharapkan produksi padi, jagung dan kedelai mengalami surplus setiap tahunnya. Sedangkan tanaman hortikultura juga masih terus dioptimalkan produksinya dan dapat bersaing dengan produk impor lainnya. Diantara sayur dan buah, industri tanaman hias juga terus berkembang dan perlu perhatian untuk pengembangannya ke depan. Tanaman hortikultura, khususnya bunga potong (cut flower) merupakan komoditi yang sangat khas, di mana para pengusaha dituntut untuk lebih memberikan perhatian khusus dalam pengusahaannya yang didasarkan atas ketrampilan seni, ketrampilan dalam hal penguasaan teknologi budidaya dan kemampuan da

Analisis Vegetasi Gulma

Gambar
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis (Marsono, 1977; Satroutomo, 1990). Vegetasi, tanah dan iklim berhubungan erat dan pada tiap-tiap tempat mempunyai keseimbangan yang spesifik. Vegetasi di suatu tempat akan berbeda dengan vegetasi di tempat 1ain karena berbeda pula faktor lingkungannya. Vegetasi hutan merupakan sesuatu sistem yang dinamis, selalu berkembang sesuai dengan keadaan habitatnya.  Beberapa vegetasi gulma (Sumber : http://rabiatullatifah08.blogspot.com/) Muller (1974) membagi struktur vegetasi menjadi lima berdasarkan tingkatannya, yaitu: fisiognomi vegetasi, struktur biomassa, struktur bentuk hidup, struktur floristik, struktur tegakan. St

Tantangan pertanian dan Penerapan Good Agriculture Practise

Gambar
Produk-produk pertanian tidak hanya bersaing dengan produk-produk pertanian luar negeri. Saat ini kita telah memasuki era globalisasi ekonomi yang memaksa petani sebagai produsen utama produk-produk pertanian secara langsung dan tidak langsung memasuki persaingan dengan banyak produsen lain ditingkat pasar global tetapi juga di pasar domestik. Dalam pasar global terbuka suatu negara tidak boleh mengenakan proteksi dan hambatan tarif terhadap komoditi yang masuk kewilayahnya. Dalam kondisi demikian persaingan menjadi semakin sengit dan ketat, produsen kuat bersaing dengan produsen lemah, akibatnya produsen yang kalah bersaing akan semakin termarginalkan. Keadaan demikian yang sekarang sedang terjadi dengan produk-produk pertanian khususnya produk pangan buah-buahan dan sayuran. Indonesia.  Sedangkan dunia pertanian abad ini sendiri juga menghadapi tiga macam tantangan utama. Organisasi Pangan dunia yang bernaung di bawah PBB (FAO) dalam pertemuan pangan dunia menyatakan tiga tan

Penyebab Kehampaan Padi

Gambar
Kehampaan padi adalah ketidakmampuan tanaman untuk mengisi bulir padi dengan asimilat secara maksimal. Kehampaan padi (poor grain filling) menjadi permasalahan utama pada padi hibrida indica/indica dan japonica/indica yang menyebabkan rendahnya produktivitas padi (Yang et al. 2002). Kehampaan padi berkisar 15—20% dari total produksi. Hal ini menjadi permasalahan serius dalam peningkatan produktivitas pangan.  Padi yang hampa (Sumber : http://arrizal-arrizalmuhammad.blogspot.com/2010/12/ganasnya-si-kecil-wereng.html) Penyebab kehampaan padi antara lain disebabkan oleh :  Rendahnya akumulasi asimilat pada tangkai malai  Penyebab utama produktivitas rendah pada tanaman padi adalah tingginya tingkat kehampaan. Menurut Kobata et al, (2002) tingginya kehampaan disebabkan oleh tingkat kematangan bulir padi yang rendah. Ada beberapa hipotesa mengenai rendahnya pengisian bulir padi (poor grain filling) pada padi tipe baru. Salah satunya adalah rendahnya kapasitas akumulasi

Peranan Pertanian Terpadu Sistem Integrasi Padi dan Ternak (SIPT) dalam Mendukung Pertanian Organik

Gambar
PENDAHULUAN  Indonesia merupakan negara pengimpor beras terbesar namun, pada tahun 1984 menjadi negara yang mampu swasembada pangan terutama beras. Keberhasilan tersebut tidak terlepas oleh dukungan teknologi dengan penggunaan bahan kimia baik untuk pupuk dan pestisida. Bahkan sampai saat ini para petani dalam usaha taninya masih sangat tergantung pada pupuk dan pestisida kimia (An – Organik. Hal ini menunjukkan bahwa pemakaian pupuk dan pesetisida kimia pada tanaman akan berakibat sangat buruk terhadap lingkungan hidup, tanah mengalami kelelahan, hama tanaman semakin semarak dan beraneka ragam karena musuh alami yang ada ikut terbunuh oleh bahan kimia melalui pupuk dan pestisida itu sendiri serta kualitas produk semakin tidak sesuai dengan harapan konsumen karena kandungan residu zat kimia semakin tinggi.  Dalam rangka menghadapi persaingan pasar yang semakin terbuka secara Nasional dan Internasional di era saat ini, dimana konsumen mengharapkan adanya produk pertanian yang ka